<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>Tentang Teh</title> <atom:link href="http://khasiatteh.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://khasiatteh.com</link> <description>Segalanya Tentang Khasiat Teh dan Resep Minuman Teh</description> <lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 15:12:34 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator> <xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" /> <item><title>Mocca Tea Blend</title><link>http://khasiatteh.com/mocca-tea-blend.htm?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mocca-tea-blend</link> <comments>http://khasiatteh.com/mocca-tea-blend.htm#comments</comments> <pubDate>Fri, 18 May 2012 15:12:34 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Resep Teh]]></category><guid
isPermaLink="false">http://khasiatteh.com/?p=294</guid> <description><![CDATA[]]></description> <content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://khasiatteh.com/mocca-tea-blend.htm/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Teh Susu</title><link>http://khasiatteh.com/teh-susu.htm?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=teh-susu</link> <comments>http://khasiatteh.com/teh-susu.htm#comments</comments> <pubDate>Fri, 18 May 2012 15:11:38 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Resep Teh]]></category><guid
isPermaLink="false">http://khasiatteh.com/?p=295</guid> <description><![CDATA[]]></description> <content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://khasiatteh.com/teh-susu.htm/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Caramello Tea</title><link>http://khasiatteh.com/caramello-tea.htm?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=caramello-tea</link> <comments>http://khasiatteh.com/caramello-tea.htm#comments</comments> <pubDate>Thu, 17 May 2012 23:59:08 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Resep Teh]]></category><guid
isPermaLink="false">http://khasiatteh.com/?p=291</guid> <description><![CDATA[]]></description> <content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://khasiatteh.com/caramello-tea.htm/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Cinnamon Tea</title><link>http://khasiatteh.com/cinnamon-tea.htm?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=cinnamon-tea</link> <comments>http://khasiatteh.com/cinnamon-tea.htm#comments</comments> <pubDate>Thu, 17 May 2012 23:39:09 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Resep Teh]]></category><guid
isPermaLink="false">http://khasiatteh.com/?p=289</guid> <description><![CDATA[]]></description> <content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://khasiatteh.com/cinnamon-tea.htm/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Teh Wangi Jahe</title><link>http://khasiatteh.com/teh-wangi-jahe.htm?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=teh-wangi-jahe</link> <comments>http://khasiatteh.com/teh-wangi-jahe.htm#comments</comments> <pubDate>Thu, 17 May 2012 00:24:10 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Resep Teh]]></category><guid
isPermaLink="false">http://khasiatteh.com/?p=286</guid> <description><![CDATA[]]></description> <content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://khasiatteh.com/teh-wangi-jahe.htm/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Capputea</title><link>http://khasiatteh.com/capputea.htm?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=capputea</link> <comments>http://khasiatteh.com/capputea.htm#comments</comments> <pubDate>Thu, 17 May 2012 00:23:22 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Resep Teh]]></category><guid
isPermaLink="false">http://khasiatteh.com/?p=285</guid> <description><![CDATA[]]></description> <content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://khasiatteh.com/capputea.htm/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Memilih Teh Untuk Dikonsumsi</title><link>http://khasiatteh.com/memilih-teh-untuk-dikonsumsi.htm?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=memilih-teh-untuk-dikonsumsi</link> <comments>http://khasiatteh.com/memilih-teh-untuk-dikonsumsi.htm#comments</comments> <pubDate>Fri, 09 Dec 2011 02:25:03 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Artikel]]></category><guid
isPermaLink="false">http://khasiatteh.com/?p=282</guid> <description><![CDATA[Bagi Anda yang baru ingin menjajal menjadi penikmat teh, jangan ragu-ragu untuk mencoba semua varian teh untuk menemukan teh favorit Anda. Anda tidak perlu langsung mencoba teh yang mahal, teh lokal pun nikmat asalkan kita bisa menyeduhnya dengan benar dan &#8230; <a
href="http://khasiatteh.com/memilih-teh-untuk-dikonsumsi.htm">Continue reading <span
class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Bagi Anda yang baru ingin menjajal menjadi penikmat teh, jangan ragu-ragu untuk mencoba semua varian teh untuk menemukan teh favorit Anda. Anda tidak perlu langsung mencoba teh yang mahal, teh lokal pun nikmat asalkan kita bisa menyeduhnya dengan benar dan menyimpannya dengan baik. Kandungan katekin teh lokal (Indonesia) pun termasuk yang paling tinggi sehingga akan sangat bermanfaat bagi tubuh kita.</p><p>Varian teh sangat beragam dan menarik untuk dicoba, baik produk lokal maupun import. Ada teh yang manis, ada teh yang pedas, ada pula teh yang sedikit asin. Ada teh yang ringan, ada teh yang kuat cita rasanya. Ada teh dengan aroma buah-buahan, ada juga teh aroma rempah-rempah. Ada teh dalam bentuk daun tabur, ada yang dalam bentuk teh celup, bentuk bundar, gepeng, stik, hingga teh instan. Ada teh yang mahalnya nggak masuk akal, ada pula teh yang keterlaluan murahnya. Tidak akan sulit untuk menemukan teh kesukaan Anda.</p><p>Jenis teh sebenarnya bisa disesuaikan dengan menu makanan Anda. Teh hijau yang mempunyai cita rasa sedikit masam dan segar akan menjadi pasangan yang sepadan di lidah dengan seafood, salad, dan buah. Teh hijau cina seperti teh melati akan berpadu sempurna di muluit dengan salad dan ayam.</p><p>Teh hitam yang mengalami oksidasi sempurna membuatnya mempunyai cita rasa yang penuh dan kaya rasa. Teh hitam akan sempurna jika berpasangan dengan permen coklat. Sementara teh oolong, yang berada di antara di antara teh hijau dan teh hitam, akan cocok jika diminum bersama <a
href="http://reseprecipe.com/masakan-cina">makanan Cina</a>, Thailand, dan makanan yang dipanggang.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://khasiatteh.com/memilih-teh-untuk-dikonsumsi.htm/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Kebiasaan Minum Teh Yang Sehat</title><link>http://khasiatteh.com/kebiasaan-minum-teh-yang-sehat.htm?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kebiasaan-minum-teh-yang-sehat</link> <comments>http://khasiatteh.com/kebiasaan-minum-teh-yang-sehat.htm#comments</comments> <pubDate>Fri, 09 Dec 2011 02:12:11 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Artikel]]></category><guid
isPermaLink="false">http://khasiatteh.com/?p=279</guid> <description><![CDATA[Teh adalah minuman segala musim dan suasana. Tak berlebihan jika kita menyebut teh sebagai minuman pengulur usia. Studi di Norwegia menunjukkan bahwa mereka yang rajin minum teh minimal 1 cangkir per hari akan dapat menekan angka kematian. Hal ini juga &#8230; <a
href="http://khasiatteh.com/kebiasaan-minum-teh-yang-sehat.htm">Continue reading <span
class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Teh adalah minuman segala musim dan suasana. Tak berlebihan jika kita menyebut teh sebagai minuman pengulur usia. Studi di Norwegia menunjukkan bahwa mereka yang rajin minum teh minimal 1 cangkir per hari akan dapat menekan angka kematian. Hal ini juga telah dibuktikan sendiri pada masyarakat Cina yang memiliki usia lebih dari 100 tahun.</p><p>Coba bandingkan dengan di Indonesia, dimana usia 50 tahun meninggal adalah hal yang dianggap biasa, apabila jika penyebabnya adalah penyakit degeneratif (turunan). Teh merupakan salah satu cara untuk mencegah penyakit degeneratif yang sangat efektif. Untuk itu, konsumsilah teh agar terhindar dari penyakit ini.</p><p>Anda tidak perlu takut overdosis untuk meminum teh. Manfaat daun teh disumbang oleh polyphenol sebanyak 40% dalam setiap pucuknya yang bermanfaat sebagai antioksidan guna mengurangi resiko terkena beberapa macam kanker, sistem pencernaan, paru-paru, prostat, payudara, dan hati, serta mencegah katarak. Batas dosis mematikan polyphenol, ketika diuji coba terhadap tikus, adalah 3-5 gram / kg berat badan. Dengan demikian, masih aman jika meminum 10 cangkir teh hijau setiap hari sekali pun karena hanya sekitar 20 mg / kg berat badan.</p><p>Meski mengandung kafein &#8212; salah satu zat yang berbahaya jika dikonsumsi terlalu banyak &#8212; namun jumlahnya sebenarnya tidak terlalu berbahaya. Satu liter teh hanya mengandung 200 mg kafein, jauh di bawah standar berbahaya sebanyak 7500 mg / hari. Bandingkan dengan 1/8 cangkir kofi yang mengandung 135 mg kafein.</p><p>Akan tetapi, seberapa banyak sebenarnya teh yang kita butuhkan sehari-hari? Jawabannya relatif, tergantung seberapa ingin Anda mendapatkan kebaikan dari teh. Kurang lebih 4-6 cangkir mampu menjaga kondisi kesehatan tubuh. Sementara, berdasarkan hasil penelitian Dr Sirving O Keli dari Lembaga Perlindungan Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Belanda, meminum teh sebaiknya minimal 4-7 cangkir per hari. Dengan cara ini, peminumnya akan tetap bugar dan terhindar dari gangguan jantung dan kanker.</p><p>Ada baiknya jika turut memperhatikan tehnik penyeduhan. Dengan alasan kesehatan, sebaiknya seduhlah teh dengan suhu sedang. Walau tak lazim, tapi menyeduh dengan suhu berkisar 60 derajat celcius &#8212; seperti yang banyak dilakukan oleh orang Jepang &#8212; bermanfaat mendapatkan katekin secara optimal. Kandungan katekin teh Jepang masih kalah dengan kandungan katekin teh Indonesia, tapi karena cara menyeduh teh kita tidak benar, maka penduduk Jepang mendapatkan manfaat katekin lebih banyak. Untuk itu, agar mendapatkan manfaat katekin dari teh, disarankan untuk tidak menyeduhnya pada suhu tinggi.</p><p>Anjuran lain, bila minum teh sebaiknya jangan dicampur dengan gula karena gula akan menghambat bahan aktif di dalam teh tersebut. Sementara bagi yang sedang berdiet, minumlah teh setelah makan atau di antara waktu makan yang satu dengan makanan yang lain. Cara ini sangat bagus bagi pemilik berat badan berlebih yang berniat untuk diet.</p><p>Efek negatif teh hanya jika dikonsumsi terlalu kental karena teh mengandung asam tanat yang bisa mengakibatkan anemia dan kekurangan zat besi. Ibu hamil disarankan untuk tidak mengkonsumsi teh kental karena dapat mengakibatkan janin dalam kandungan menjadi kekurangan zat besi bawaan.</p><p>Hindari untuk tidak merebus teh karena cara ini hanya akan membuat warna cairan lebih gelap (pekat) dan aroma khas teh hilang. Merebus teh berulang kali juga membuat oksigen terlarut berkurang dan menurunkan cita rasa teh itu sendiri.</p><p>Sajikan teh sesegera mungkin setelah diseduh karena teh tidak hanya diminum, namun juga dinikmati keharuman aromanya. Aroma teh akan menguat maksimal saat awal baru diseduh.</p><p>Sebagai peringatan, jangan menyimpan teh berdekatan dengan bahan yang beraroma tajam karena teh sangat mudah menyerap bau. Sebaiknya simpan teh di tempat tertutup rapat dan kering agar kualitas tetap terjaga.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://khasiatteh.com/kebiasaan-minum-teh-yang-sehat.htm/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Sejarah Teh Oolong</title><link>http://khasiatteh.com/sejarah-teh-oolong.htm?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sejarah-teh-oolong</link> <comments>http://khasiatteh.com/sejarah-teh-oolong.htm#comments</comments> <pubDate>Mon, 05 Dec 2011 17:04:25 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Artikel]]></category><guid
isPermaLink="false">http://khasiatteh.com/?p=276</guid> <description><![CDATA[Sudah kenal dengan oolong tea alias teh oolong, kan? Kalau belum, coba simak artikelnya di Kamus Teh kami. Sekedar mengingatkan, teh yang dijuluki champage of teas ini adalah teh yang seluruh daunnya mengalami semioksidasi. Keberadaan teh ini di antara teh &#8230; <a
href="http://khasiatteh.com/sejarah-teh-oolong.htm">Continue reading <span
class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Sudah kenal dengan oolong tea alias teh oolong, kan? Kalau belum, coba simak artikelnya di Kamus Teh kami. Sekedar mengingatkan, teh yang dijuluki champage of teas ini adalah teh yang seluruh daunnya mengalami semioksidasi. Keberadaan teh ini di antara teh hijau dan teh hitam, dengan aroma dan rasa yang kompleks. Kandungan gizi dan unsur-unsur penyembuhan alami dari teh hijau terjaga di dalamnya, tapi tanpa aroma dedaunan mentah.</p><p>Mengenal teh oolong rasanya kurang afdol jika kita tidak mengetahui sejarahnya.</p><p>Legenda oolong tea diawali dari sosok Wu Liang, seorang petani teh yang hidup pada jaman Dinasti Ming, sekitar tahun 1400. Suatu hari, Wu Liang keluar untuk memetik teh, seperti yang biasa ia lakukan sehari-harinya di saat musim memetik teh tiba.</p><p>Ketika daun teh sudah cukup terkumpul, matanya melihat seekor rusa tengah minum di pinggir sungai. Ia lalu berhenti memetik teh, membunuh hewan malang itu, kemudian membawa hasil buruannya ke rumah untuk mencukupi kebutuhannya akan daging selama seminggu. Alhasil, ia pun lupa akan teh hasil petikannya tadi.</p><p>Seminggu kemudian, ia menemui daun teh hasil petikannya tersebut telah mengalami oksidasi dan berubah warna menjadi kehitaman. Meski pada awalnya Wu Liang ragu untuk memprosesnya karena khawatir sudah tidak bagus lagi, namun akhirnya ia pun tetap memproses daun-daun teh tersebut dengan peralatan tradisional yang dimilikinya.</p><p>Ia mengeringkan daun teh tersebut seperti saat mengeringkan teh hijau. Selanjutnya, ia membuat secangkir teh dengan menggunakan dedaunan tersebut. Begitu diminum, terkejutlah Wu Liang akan cita rasanya yang berbeda dari teh hijau yang biasanya, namun tetap nikmat. Ia menyukainya!</p><p>Cerita teh ini pun kemudian berkembang ke tetangga sekitar dan teman-temannya, sehingga akhirnya ia memberi nama &#8220;Teh Wu Liang&#8221;. Karena kendala bahasa, nama teh tersebut kemudian berubah menjadi &#8220;Teh Oolong&#8221;.</p><p>Begitulah asal mula dari ditemukannya Oolong Tea. Menarik, bukan?</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://khasiatteh.com/sejarah-teh-oolong.htm/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Polifenol Teh</title><link>http://khasiatteh.com/polifenol-teh.htm?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=polifenol-teh</link> <comments>http://khasiatteh.com/polifenol-teh.htm#comments</comments> <pubDate>Wed, 30 Nov 2011 04:58:54 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Artikel]]></category><guid
isPermaLink="false">http://khasiatteh.com/?p=271</guid> <description><![CDATA[Ada beberapa polifenol yang dapat ditemukan dalam teh. Di antaranya adalah katekin, flavanol, dan tearubigin. Dua yang disebut pertama adalah polifenol teh yang paling terkenal. Senyawa polifenol sendiri berfungsi sebagai antioksidan untuk menangkap radikal bebas dalam tubuh dan juga ampuh &#8230; <a
href="http://khasiatteh.com/polifenol-teh.htm">Continue reading <span
class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Ada beberapa polifenol yang dapat ditemukan dalam teh. Di antaranya adalah katekin, flavanol, dan tearubigin. Dua yang disebut pertama adalah polifenol teh yang paling terkenal. Senyawa polifenol sendiri berfungsi sebagai antioksidan untuk menangkap radikal bebas dalam tubuh dan juga ampuh untuk mencegah berkembangnya sel kanker dalam tubuh. Radikal bebas ini ada dalam tubuh kita karena lingkungan udara yang tercemar polusi atau bisa juga berasal dari makanan yang kita makan.</p><p><strong>Katekin</strong></p><p>Katekin adalah senyawa yang paling berperan dalam efek kesehatan dari teh, baik teh hitam, teh hijau, maupun oolong tea. Katekin hampir selalu dihubungkan dengan hasil akhir dari teh, baik rasa, aroma, maupun warna &#8212; meskipun sebenarnya senyawa ini tak berwarna.</p><p>Katekin pada teh adalah katekin yang &#8216;baik&#8217;, seringkali disebut senyawa antikanker. Katekin di dalam teh bisa membentuk Superoxide Dismutase (SOD) &#8212; enzim yang diketahui berfungsi sebagai antioksidan yang amat ampuh untuk melawan kanker dengan cara menghambat zat pemicu kanker. Fungsi antioksidan SOD di dalam teh ini 100x lebih kuat dari vitamin C, 40x lebih kuat dari vitamin E, serta 20x lebih kuat dari vitamin A (dalam hal ini betakaroten).</p><p>Tidak seperti katekin pada tanaman lain yang bersifat menyamak, katekin pada teh tidak berpengaruh buruk terhadap pencernaan makanan. Ia berfungsi sebagai antimikroba (baik bakteri maupun virus), antioksidan, antiradiasi, melancarkan sekresi air seni, memperkuat pembuluh darah, bahkan menghambat pertumbuhan sel kanker.</p><p>Selama proses oksimatis (oksidasi enzimatis) teh, sebagian besar katekin diubah menjadi theaflavin dan tearubigin. Pada beberapa penelitian, theaflavin dan tearubigin juga terbukti mampu mencegah berkembangnya sejumlah penyakit papan atas. Bahkan beberapa publikasi menyatakan bahwa theaflavin lebih potensial ketimbang katekin.</p><p>Kolaborasi antara kafein dan theaflavin memberi sentuhan rasa segar dalam seduhan teh. Perpaduan antara theaflavin dan kafein yang terdapat dalam daun teh pada kondisi tertentu dapat menghasilkan seduhan teh yang sangat segar. Sayangnya dalam kondisi dingin, kedua senyawa tersebut akan menyebabkan <em>creaming down</em> &#8212; suatu keadaan dimana seduhan teh terlihat keruh.</p><p>Meski adanya <em>creaming down</em> membuat tampilan teh tidak sedap dipandang mata, namun hal tersebut merupakan pertanda bahwa seduhan teh tersebut mempunyai kualitas yang baik.</p><p>Tearubigin sendiri lebih berperan dalam warna seduhan. Ia merupakan senyawa alami dalam teh hitam yang memberikan warna merah kecokealtan, sedangkan theaflavin memberikan warna kuning kemerahan.</p><p>Karena theaflavin merupakan hasil oksidasi katekin akibat proses oksimatis pada pengolahan teh, maka theflavin hanya terdapat dalam teh hitam atau teh yang telah mengalami oksimatis.</p><p><strong>Flavanol</strong></p><p>Komposisi kimia flavanol sangat mirip dengan katekin. Flavanol pada teh terdiri dari kaemmferol dan mirisetin. Flavanol merupakan satu di antara sekian banyak antioksidan alami yang terdapat dalam tanaman pangan. Flavanol juga mempunyai kemampuan mengikat unsur logam.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://khasiatteh.com/polifenol-teh.htm/feed</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using memcached
Page Caching using memcached
Database Caching 9/27 queries in 0.010 seconds using memcached
Object Caching 866/919 objects using memcached

Served from: khasiatteh.com @ 2012-05-19 00:45:39 -->
